Glitter Text Generator at TextSpace.net

Sabtu, 27 Maret 2010

Senyum adalah refleksi dari akal yang sehat. Akal yang sehat lahir dari sikap berfikir terus menerus, bertanya terus menerus, membaca terus menerus dan merefleksikan hasil renungan terus menerus. Orang yang kurang akalnya, memang masih bisa tersenyum. Karena senyum, sebagaimana cinta, secara fundamental adalah kodrati. Ketika yang kodrati itu kita asuh, kita asah, kita kasih ilmunya, latihannya, pemahamannya, maka akan semakin berkualitas. Demikian pula cinta, demikian pula senyum yang kita menej dengan baik, akan semakin bertambah kualitas dan eksistensinya. Berfikir, bertanya, membaca dan berrefleksi adalah metode terbaik untuk memenej akal kita, yang pada gilirannya nanti, kita akan terkejut dibuatnya, bahwa hasil dari akal yang kita menej itu membuahkan senyum yang amat bermakna. Senyum yang lahir dari akal yang tercerahkan, yang terkembang, yang terlebarkan, akan menjadi generator terbesar bagi rasa pengertian, rasa penghormatan, rasa toleransi, rasa penerimaan, juga menjadi benteng kokoh bagi ketegasan, ketegapan, keajegan. Itulah senyum yang penuh makna itu. Maka benarlah filosofi ilmu padi itu, makin berisi makin merunduk. Sejarah senantiasa mencatat dua kategori manusia yang bertolakbelakang keadaannya, dalam hal ketika mereka telah memiliki akal yang cerdas, ketika ilmu telah dikandungnya, yakni kategori orang yang bisa tersenyum dan orang yang tidak bisa tersenyum. Sebenarnya kategori kedua, yakni manusia yang sarat dengan ilmu tetapi sangat sombong, sangat licik, sangat kejam dan sangat sadis, bukan akalnya bermasalah, buka ilmunya yang bermasalah. Yang bermasalah adalah jiwanya. Jiwanya yang tidak bersih.

Senyum adalah refleksi dari kesadaran yang ultimate. Kesadaran mengatasi jiwa dan akal. Kadang jiwa beristirahat, kadang akal beristirahat. Tetapi kesadaran tak pernah istirahat. Kesadaran adalah ego yang terdalam. Orang mungkin pernah pingsan. Saat pingsan, jiwa dan akalnya berhenti disaat itu, tetapi kesadarannya tidak. Kita mengenal prasa sadar-hukum dan yang sejenisnya. Sadar hukum adalah diferesiasi dari kesadaran yang dikaitkan dengan hukum. Boleh jadi adakalanya seseorang lupa akan hukum. Lupa tentang nama sahabat semasa SMA, lupa tanggal lahir anak-anak. Tetapi mengenai diri, semenjak kesadaran dibenamkan Allah ke dalam eksistensi kita, tidak seorang pun yang lupa tentang dirinya sendiri, tentang egonya. Sewaktu-sewaktu orang bisa lupa dengan hukum, tetapi tidak mungkin lupa dengan diri. Hakikat lupa adalah sesuatu hilang, tidak muncul dalam ingatan, dalam fikiran, dalam akal. Ingat akan diri itu berada di luar kapasitas akal, sekalipun ada sebagiannya yang diingat oleh akal, karena akal bisa lupa, sedang ingatan terhadap diri tidak pernah hilang, maka ada institusi di luar akal yang terus menerus mengingat akan ego. Inilah pengertian dari kesadaran. Senyum adalah refleksi kesadaran. Karena itu senyum itu sadar, bagian dari ego yang terdalam. Maka ketika seseorang sudah tidak bisa lagi tersenyum, hakikatnya ia telah mati. Orang yang jiwanya kotor, sekalipun ilmunya memuncak, adalah jenazah, dan sangat membahayakan kehidupan orang-orang yang masih hidup.

Kesadaran kita dibangun sejalan dengan perkembangan kepribadian kita, kecerdasan kita, pengalaman kita, daya tahan dan kesabaran kita. Kesadaran ibarat puncak menara yang dapat meneropong segala realitas kehidupan. Namun tentu saja puncak itu sangat tergantung kepada bangunan berjenjang yang ada dibawahnya. Semakin kokoh jenjang yang menopangnya, semakin kokoh puncaknya. Bangunan berjenjang yang dimaksud adalah kepribadian kita, kecerdasan kita, pengalaman kita, daya tahan dan kesabaran kita.
Kesadaran yang terus menerus tumbuh dan berkembang adalah ketika kepribadian kita, kecerdasan kita, pengalaman kita, daya tahan dan kesabaran kita, kita pupuk, kita didik, kita latih, kita suburkan, dan akhirnya kita bagikan. Jiwa kita dikembangkan lewat ketaatan kepada nilai spiritual; akal dikembangkan lewat belajar, membaca, berfikir; maka kesadaran kita dikembangkan lewat totalitas eksistensi diri kita. Konsekuensinya, adalah segala perkara yang menyangkut kehidupan diri kita dan kehidupan di luar diri kita semuanya, tanpa kecuali ikut serta membangun kesadaran kita. Jangan lupa, dibalik kata membangun, terdapat potensi daya merobohkan. Kita berfikir, menangis, tertawa, tersenyum, merindu, berhitung, memberi, menerima, menghina, dihina, saling pukul, dan sejuta aksi, sejuta sikap, sejuta sifat, semuanya ikut membangun kesadaran kita. Ketika kesadaran kita telah mencapai ultimate, utama, mulia, kudus, suci, maka respon baliknya, adalah aksi, sikap dan sifat yang terpilih, yakni yang terkategori mulia dan kudus. Dan senyum yang lahir dari kesadaran semacam ini adalah senyum yang sangat luar biasa, baik wujudnya ataupun pengaruhnya bagi yang melihatnya.

Sekarang mari kita renungkan, masihkah kita bisa tersenyum saat kita, saudara kita, tetangga kita tertimpa musibah? Utang melilit, penyakit menggerogoti, api membakar, bumi bergetar, manusia menjajah, kelaparan merajalela, kapitalisme mencengkeram negara-negara yang lemah, bumi semakin gundul hutan-hutannya, penduduk miskin terus bertambah, anak-anak muda kita diterkam dan menerkamkan narkoba, sex bebas menjadi trend hidup, dan seterusnya, selanjutnya, berikutnya. Masihkan kita bisa tersenyum sekalipun kita berjiwa bersih, berakal hebat, berkesadaran ultimate?
Senyum adalah refleksi dari jiwa yang bersih. Jiwa yang bersih lahir dari sikap mengikuti kebenaran yang hakiki dan menjaganya dari kesesatan. Senyum yang lahir dari jiwa seperti ini akan mengongkosi rasa cinta yang bersih nan murni. Saat cinta telah bermekaran, maka tiadalah dendam, tiadalah pelit, tiadalah kesukaran untuk berbuat yang terbaik dan terindah dalam hidup ini. Secara kodrati, siapapun dianugrahi rasa cinta, dan untuk memperindah rasa cinta itu, banyak cara. Nanti kita akan tahu, bahwa cara apapun untuk menumbuhkembangkan cinta, tak akan pernah berseberangan dengan senyum. Senyum yang lahir dari mata air jiwa yang bersih hasil olahan mengikuti kebenaran dan menolak ketidakajegan. Kalau, nanti ada orang menempuh cara untuk mengungkapkan rasa cinta, lewat jalur, poros, metode, cara, jalan yang secara akali, normatif dan agama adalah salah, maka orang itu sebenarnya sedang berbuat dusta. Dia sebenarnya tidak cinta. Senyumnya palsu, jiwanya kotor.
Tentu saja, kalau kepala anda "kotor" dan pernuh kecurigaan, maka senyum kasih yang tulus dari orang lain anda akan tangkap sebagai sesuatu yang kotor pula. Padahal orang lain tidak pernah mengharapkan secuil pun dari uang yang anda miliki, tetapi anda curiga orang lain tersenyum untuk mengeruk seluruh uang anda, atau milik anda yang lainnya. Karena refleksi pikiran kotor akan mendapatkan hal yang kotor pula. Untuk itu, bersihkanlah hati, terimalah, dan berikanlah senyum kasih yang tulus, maka dunia akan menjadi damai dengan sendirinya. Sebuah kedamaian tanpa memerlukan perundingan dengan biaya milyaran ataupun kekuatan agresi militer yang mengorbankan banyak nyawa tidak berdosa.

Semoga bibir-bibir kita semua diizinkan olehNya terhias selalu oleh senyum kasih. Karena sangat malang...kalau kita tidak memilikinya...

Itulah pesan kecil pada kesempatan kali ini, semoga teman-teman yang membaca renungan ini sedang langsung praktik tersenyum sambil membacanya. Ehem… asal tentu saja mampu menempatkannya dengan baik….
Kali ini kita menyajikan renungan ini dengan secuil kecil kata indah, "SENYUM". Bahwa kata kecil itu memiliki kekuatan maha besar dan dahsyat untuk menghalau beban-beban dan masalah-masalah dalam pikiran kita dan juga kalau ada di dalam batin orang lain, senyum kasih akan menghalau semuanya. Oleh karena itu, senyum kasih harus dimiliki oleh setiap orang yang menginginkan hidupnya dan juga orang-orang yang berada di sekitarnya menjadi nyaman dan damai.

Banyak pula masalah yang justru datang dengan tiba-tiba hanya karena ke-tidak-beradaan senyum. Padahal sebenarnya tidak ada masalah, tetapi ia hadir secara tiba-tiba dan menjadi tembok Berlin yang menjadi penghalang besar dalam pergaulan kepada sesama. Melalui senyum kasih, tidak akan ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Kekuatan senyum akan mampu mengalahkan kekuatan bom atom atau bahkan nuklir sekali pun. Kekuatan senyum...akan mengalahkan kekuatan negosiasi dengan uang milyaran bahkan trilyunan. Kekuatan senyum, akan mengalahkan kekuatan lem perekat yang paling kuat. Itulah keampuhan senyum, yang kita tidak/belum sadari keampuhannya.

Pasangan suami-istri yang tetap dapat memelihara keberadaan senyum di bibirnya, maka ia akan melengketkan keduanya sampai ke liang kubur, karena kekuatan senyum memiliki daya tarik dan bukan daya pisah. Kalaupun ada kekuatan daya pisahnya, barangkali ia dimiliki oleh seorang yang menyembunyikan rasa tidak tulus di hatinya, yang biasanya ia dipraktikkan di dalam permainan drama atau politik.
Bagi seorang Raja, senyum juga bisa berarti hukuman dan bahkan kematian bagi seseorang, lawan atau orang yang berdosa. Tetapi, senyum seorang pe-Meditasi Angka tidak mempunyai arti lain, atau daya pisah, melainkan hanya daya perekat, karena senyum tersebut adalah senyum kasih, senyum tulus, dan senyum kasih yang tulus itu akan memiliki kekuatan menyatukan dan bukan sebaliknya memisahkan.

Oleh karena itu, senyum hendaknya menjadi hiasan intan permata berbalut emas 24 karat bagi setiap pe-Meditasi Angka. Ia bekerja hanya sebagai perekat dan penarik orang-orang yang hatinya diterangi oleh kasih, sehingga insan-insan penuh kasih akan menjadi bertambah kasih...kasih...dan kasih kepada sesama. Sedangkan mereka yang mengabaikan satu kata maha sakti "KASIH" ini, tentu saja akan kehilangan segala permata hidupnya. Ia barangkali mempunyai uang, segala kemewahan dan mobil, tetapi ketidak-beradaan senyum akan menghilangkan kehadiran sebuah kata lain, yaitu "BAHAGIA".

Senyum…, ya...senyum kasih.....ia selalu diikuti oleh kata "BAHAGIA". Lalu, jika kita telah memilikinya, adakah hal lain di dunia ini yang kita perlukan lagi? Oleh karena ia sangat penting, maka di dalam kumpulan icon yahoo, emm….yahoo messenger, ia ditempatkan di urutan paling awal... alias pertama... agar paling awal dapat dilihat oleh para penggunanya, lalu mendapat kesempatan pertama untuk dilihat dan dipilih oleh para pelanggan yahoo. Begitu orang memperlihatkan icon senyum yahoo kepada kita, cobalah rasakan, maka kita akan langsung tersenyum, dan hati kita langsung menjadi cerah. Itulah kekuatan senyum, walau hanya dalam bentuk icon ym. Lalu bagaimana kalau senyum itu berada di dalam kenyataan, yaitu di dalam bibir setiap insan manusia itu sendiri?

Mengerti akan hal itu, hendaknya jangan ada teman-teman yang mengabaikan senyum. Karena ia adalah sesuatu yang murah..., tidak perlu biaya apapun untuk mendapatkan dan memberikannya. Tetapi di lain pihak, ia sekaligus memiliki harga yang sangat mahal. Karena di dalam senyuman berisi hati, perasaan dan keseluruhan diri orang itu. Jangan pernah ada pe-Meditasi Angka yang berani mengabaikan senyuman dari orang lain. Segeralah balas senyum itu, dan ...anda akan menjumpai serta menyadari.., betapa indahnya dunia ini.

Jumat, 19 Maret 2010

.hri niee qta hrzzz bza kcih snyumm kepada cmua orangg
.udah berapa orang yang menerima senyum dari kita??
.semoga mereka bahagia akan hidupnya
.dan kita memberikan damai sejahtera yang takkan terganti oleh siapapun
.dan semoga dengan senyum kita,mereka dapat memberi senyum kepada yang lainnya jugga
.thx 4 God today

Hati Yang Gembira Adalah Obat

hati yang gembira adalah obat.Seperti obat hati yang senang.
.Tapi semangat yang patah keringkan tulang
.Hati yang gembira siapapun senang termasuk orang lain yang melihat kita tersenyuan
.Jadi janganlah menyimpan dendam terhadap siapapun dan berilah senyuman.
.Jangan pernah menyimpan amarah dalam hati.
.Walaupun kita mempunyai setumpuk masalah,tapi janganlah kita meluapkan semuanya itu kepada orang yang tidak bersalah kepada kita.
.Tetapi luapkanlah semuanya itu dengan menyanyi, menulis puisi, atau mungkin pergi ke tempat yang kamu anggap itu bisa menyelaesaikan masalah kamu itu.
.Semuanya itu akan hilang dengan sendirinya
.Dan usahakanlah selalu tersenyum dalam segala sesuatu
.walaupun banyak oarang yang menjauh dari kita,tapi ada seeorang yang setia beserta kita yaitu Tuhan kita yang selalu ada buat kita disaat susah maupun senang
.kita tidak boleh menghindar dari setiap masalah yang datang pada kehidupan kita
.tetapi selalu berusahalah untuk tetap maju pantang mundur dan pegang kata "I CAN DO IT IF GOD TOGHETHER WITH ME". Coz God always beside me
.Dan selalu menuntun jalanku sepanjang hidupku
.Kita harus selalu bersyukur dan berdoa supaya Tuhan membuka jalan bagi setiap persoalan yang kita alami

smileee

.Hanya Tuhan yang menuntun setiap persoalan dalam kehidupan kita
.Kita harus tetap bersabar dalam menjalani persoalan hidup
.Jangan menyerah dan tetap jalani hidup ini serta melakukan yang terbaik yang kita miliki
.Ukey?...